Connect with us

Ekologi

150 Pengertian Hutan, Jenis, Fungsi, Hak Tenurial dan Khasiatnya

Pengertian Hutan adalah bentang alam yang berisi aneka ragam flora dan fauna seperti jenis pohon yang berukuran besar, jamur, paku – pakuan, bunga atau binatang seperti harimau, monyet, babi hutan dan satwa lain yang tergolong langka. Ekosistem hutan memiliki fungsi sebagai paru – paru dunia. Keseimbangan hasil dari ekosistem tersebut akan berguna untuk keberlangsungan makhluk hidup karena menjadi sumber oksigen dan air, serta menjadi pelindung bumi dari pencemaran iklim dan polusi udara.

Dalam perspektif antroposentris, hutan adalah sumber daya alam yang mempunyai banyak manfaat bagi kehidupan manusia. Sejarah panjang manusia juga berawal dari kehidupan dalam hutan dengan meramu dan berburu demi bisa bertahan hidup. Selain itu, keseimbangan alam juga tercermin dari hamparan hutan. Jika terjadi kerusakan pada ekosistem hutan berarti ada yang salah dalam menegakkan prinsip memanfaatkan hutan.

Pengertian Hutan, Khasiat Hutan, Jenis Hutan

Jenis – Jenis Hutan

1. Hutan Lindung

Pengertian hutan lindung adalah kawasan hutan yang terdapat banyak flora dan fauna yang langka atau endemik. Selain itu juga kawasan ini terdapat unsur sumber daya seperti mata air yang menjadi pangkal dari segala macam aliran sungai. Kawasan yang berstatus lindung merupakan bentuk dari proses menjaga kelestarian ekosistem hutan dan tata wilayah air untuk menghindari dari ancaman eksploitasi alam secara besar – besaran.

2. Hutan Produksi

Pengertian hutan produksi adalah hutan yang dijadikan komponen dalam industri. Hutan tersebut dijadikan sebagai penghasil kayu atau non kayu. Selain itu juga untuk penyedian stok kayu dalam pasar global. Orientasi dalam konsep hutan seperti ini adalah untuk mengambil nilai keuntungan yang besar karena jenis kayu yang ditanam adalah jenis kayu yang berharga tinggi di pasaran seperti jati, albasia, pinus. Hutan semacam itu juga dikenal dengan hutan budidaya.

3. Hutan Suaka Alam

Pengertian hutan suaka alam merupakan hutan yang diperlakukan khusus untuk mencegah kerusakan dan menjaga kelestarian. Bentuk dari kawasan hutan tersebut berupa Cagar Alam dan Suaka Margasatwa. Konsep dari hutan ini adalah karantina flora dan fauna agar dapat hidup bebas dan terhindari dari kepunahan. Kelestarian dalam kawasan tersebut adalah hal yang paling utama karena memprioritaskan keseimbangan sumber daya alam dan hewan.

4. Hutan Rakyat

Pengertian hutan rakyat adalah kawasan hutan yang secara kepemilikan, pengolahan dan hasil dipegang oleh rakyat. Kawasan tersebut berawal dari hasil perjuangan rakyat dalam pengambil-alihan hutan atas sistem tuan tanah. Proses kerja pengelolaan kawasan tersebut bersifat kolektif. Sedangkan untuk orientasi dari hasil sumber daya untuk menyelesaikan kebutuhan pokok.

5. Hutan Hujan Tropis

Pengertian utan hujan tropis adalah kawasan hutan yang letak geografinya berada pada area beriklim tropis. Kawasan hutan tersebut juga dianugerahi dengan kuantitas curah hujan yang tinggi sepanjang tahun. Ciri khas dari kawasan ini terdapat pepohonan yang besar dan tinggi, tumbuhan dengan dedaunan yang lebar dan lebat. Kawasan hutan ini tersebar di daerah seperti Indonesia, Afrika, Amerika Latin, Amerika Tengah, Australia bagian timur dan Asia Tenggara.

6. Hutan Mangrove

Hutan Mangrove juga dikenal dengan Hutan Bakau, yaitu kawasan hutan buatan maupun alami yang ada di daerah pesisir pantai. Jenis hutan bakau juga merupakan satu-satunya ekosistem yang berguna untuk mencegah abrasi di area pantai secara alami. Hutan ini bersifat homogen, sebab hanya ditumbuhi satu macam tumbuhan, yaitu tanaman bakau. Selain untuk mengatasi pengikis tanah dari air laut, hutan ini juga sebagai alat reboisasi untuk dataratan pinggir laut yang minim ruang hijau. Selain itu, akar bakau juga menjadi tempat berlindung banyak satwa laut, terutama kepiting bakau.

7. Hutan Adat

Pengertian hutan adat adalah hutan yang telah dihuni oleh masyarakat adat atau suku pedalaman sejak zaman primitif. Masyarakat yang menghuni kawasan tersebut memiliki aturan dan hukum tersendiri dalam menggunakan hutan. Yang mana hukum adat ini terkadang mengalami benturan dengan hukum positif negara. Proses hidup masyarakat adat juga begitu tergantung pada sumber daya hutan dan masih memperlakukan hutan secara primitif. Bagi masyarakat pedalaman, hutan adalah rumah warisan leluhur yang akan terus diwariskan secara turun-temurun.

Fungsi Hutan

1. Fungsi Orologis

Pengertian fungsi orologis merupakan fungsi hutan dalam aspek menjaga agar tidak terjadinya erosi dan menjaga ketahanan dan kualitas dari struktur lapisan tanah. Fungsi ini dapat mencegah terjadinya perubahan struktur tanah yang bisa membahayakan keseimbangan dalam ekosistem hutan. Selain itu juga fungsi ini berperan penting untuk menangkal bencana yang disebabkan oleh bergesaran tanah.

2. Fungsi Hidrologis

Bagian hidrologis pada ekosistem hutan berfungsi sebagai penyimpan air dan peredaran air tanah dan mata air. Fungsi ini akan menampung jutaan kubik air hujan agar langsung terserap pada tanah dan bagian – bagian tumbuhan dan pepohonan. Sistem peredaran air tanah juga dapat dikontrol kualitas kejernihannya karena adanya proses penyaringan dari bebatuan dan akar tanaman.

3. Fungsi Klimatologis

Fungsi ini adalah bagian dari fungsi hutan untuk menjaga tempratur iklim kelembaban suhu udara. Selain itu juga dapat mengurangi penguapan dari air tanah. Fungsi ini pada hutan sangat berpengaruh besar pada kondisi atmosfer bumi. Kerusakan pada kondisi atmosfer yang seperti berlubangnya lapisan ozon akan tertutupi dengan adanya ekosistem hutan sebagai penghalau dari radiasi matahari dan gas rumah kaca.

4. Fungsi Estetika

Hutan memiliki estetika yang tinggi dan alami. Estetika hutan adalah berupa pemandangan yang indah. Unsur tersebut memberikan nuansa yang sejuk dan membuat pikiran segar. Nilai estetika tersebut juga menjadi daya tarik pada hutan sebagai tempat rekreasi dan mencari inspirasi.

5. Fungsi Strategis

Hutan mengandung fungsi strategis untuk kehidupan manusia. Fungsi ini berupa sumber daya alam yang tersimpan di dalam hutan. Manfaat tersebut akan membawa manusia pada peradaban yang panjang karena hutan yang terjaga dalam kelestariannya akan mencukupi kebutuhan manusia dalam bertahan hidup. Itu yang menyebabkan hutan sebagai rumah makhluk hidup.

Baca Lagi: 44 Khasiat dan Manfaat Daun Ubi Jalar untuk Kesehatan

Aktor dan Hak Tenurial Pengelolahan Hutan di Indonesia

1. Pemerintah

1. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Negara membentuk lembaga khusus yaitu kementerian lingkungan hidup dan kehutanan. Kementerian tersebut bekerja di bawah naungan pemerintah pusat sebagai penegak kebijakan untuk kawasan-kawasan hutan. Program kebijakan yang diluncurkan seputar konservasi sumber daya dan ekosistem hutan. Selain itu juga program tersebut ada juga yang fokus dalam proses pengelolaan hutan-hutan produksi

Melalui kementerian ini, pemerintah mengontrol pengendalian kerusakan ekosistem hutan dan mengupayakan program-program perbaikan hutan seperti reboisasi. Selain itu, kebijakan pemerintah melalui kementerian juga mencakup status kawasan hutan, menetapkan beberapa kategori hutan yang masuk dalam kawasan yang dilindungi seperti taman nasional, suaka margasatwa, cagar alam, geopark.

2. Perhutani

Perhutani adalah badan usaha milik negara yang berwenang dan bertugas dalam pengelolaan hasil hutan, perencanaan strategis dan perlindungan di kawasan hutan. Kawasan kerja Perhutani tersebar di Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah dan Jawa Timur, memang masih sebatas di pulau Jawa. Luas kawasan yang dikuasai Perhutani sebesar 2 juta hektar di sepanjang pulau Jawa.

Penguasaan hutan tersebut bertujuan untuk pemanfaatan hutan dalam proses produksi guna mendongkrak pendapatan negara. Pengembangan dalam memanfaatkan kawasan hutan milik Perhutani tersebut juga menciptakan saran agrowisata dan studi agraris. Perhutani juga bertanggung jawab atas kelestarian flora dan fauna yang langka (terancam punah). Selain itu, perhutani juga bertugas dalam kebersihan pemeliharaan gunung yang berada di kawasan hutan lindung.

2. Inhutani

Inhutani adalah salah satu bentuk badan usaha milik negara yang berwenang dalam pengendalian kawasan hutan. Tugas pokok dalam perusahaan ini adalah untuk mengelola bisnis dan industri kayu serta tanaman-tanaman obat dan budidaya. Kawasan hutan yang menjadi sasaran kerja berada mayoritas di pulau Kalimatan. Sebenarnya dalam kerangka pengeloaan hutan, Inhutani juga berkoordinasi dengan Perhutani yang menjadi satu jenis perusahaan dalam penanganan kawasan hutan.

3. Taman Nasional

Taman Nasional adalah manifestasi konkrit dari kawasan konservasi alam. Kawasan ini berbentuk sistem zona yang bertujuan untuk menjaga kelestarian ekosistem asli alam. Selain itu juga kawasan ini bertujuan untuk proses pengembangan ilmu pengetahuan dan riset. Taman Nasional dibangun merunut pada program lingkungan hidup internasional.

Dapat dikatakan, pembangunannya tidak lepas dari rezim politik lingkungan global. Pembiayaan pembangunan TN biasanya melibatkan banyak aktor-aktor swasta seperti lembaga lingkungan hidup internasioal dan bank-bank internasional. Beberapa contoh taman nasional di indonesi seperti Taman Nasional Bromo-Tengger Semeru, Taman Nasional Lore Lindu, Taman Nasional Komodo, Taman Nasional Gunung Ijen dan lain sebagainya.

4. Program Perhutanan Sosial dan Reforma Agraria

Manuver pemerintah untuk mengatasi ketimpangan tanah di Indonesia dalam periode pemerintahan Joko Widodo mengeluarkan sebuah program strategis yaitu Perhutanan Sosial dan Reforma Agararia. Program ini bertujuan untuk mengatasi ketimpangan dari kepemilikan tanah. Cara dalam mewujudkan jalan program ini salah satunya dengan instrumen redistribusi aset lahan dan legalisasi tanah.

Sasaran adanya distribusi lahan adalah lahan yang terlantar dari korporasi atau habis masa dari hak guna usaha masih akan menjadi lahan produktif melalui keterlibatan masyarakat dalam mengelola dan mengolahnya. Inti dari program ini juga untuk meluncurkan program pengelolaan hutan satu pintu, dalam lima skema yaitu hutan adat, hutan tanaman rakyat, hutan kemasyarakatan, hutan desa dan kemitraan hutan. Program ini berdampak besar bagi kehidupan masyarakat Indonesia, terutama masyarakat yang tinggal di kawasan hutan produktif. Selain itu, program strategis nasional ini pun dapat meredam konflik agraria yang kerap terjadi di kawasan hutan antara pemerintah dengan indigenous people.

2. Swasta

1. Sinas Mas Group

Pihak swasta adalah perusahaan-perusahaan yang bukan milik pemerintah, baik itu merupakan perusahaan dalam negeri maupun korporasi asing. Sinar mas adalah salah satu dari sekian banyak perusahan swasta yang bergerak dalam bidang industri hasil hutan. Perusahaan ini fokus dalam pulp & paper serta agribisnis.

Kawasan hutan yang diolah banyak di daratan pulau sumatra dan kalimantan. Invasi produksi perusahaan ini dalam pengelolaan hasil hutan dapat mencapai 15 juta ton pertahun. Perusahaan ini juga berperan dan memegang visi untuk melindungi hutan alam dalam luas 1 hektar di Indonesia. Komitmen itu diambil sebagai upaya untuk memulihkan dan melindungi hutan di Indonesia.

3. Masyarakat

1. Masyarakat Adat

Masyarakat adat adalah komunitas masyarakat yang hidup sebelum ada invasi dari bangsa-bangsa lain. Secara histori, masyarakat adat adalah penghuni asli dalam kawasan hutan, sebelum hutan tersebut dibuka untuk kepentingan komersil. Komunitas masyarakat adat atau sering disebut Indigenous People ini menggantungkan hidupnya dengan cara yang masih primitif dengan memanfaatkan potensi-potensi hutan. Hutan dengan segala komponennya adalah rumah bagi mereka. Kemudian, masyarakat adat juga turut berperan dalam menjaga kelestarian hutan karena mereka mempunyai pengetahuan empiris yang bersumber dari pengalaman turun -temurun dari leluhur dalam pengelolaan hutan.

2. Warga Negara

Warga negara berarti semua elemen dalam masyarakat yang memiliki hak yang sama. Hak tersebut tertulis dalam konstitusi yang menjadi acuan dalam bertindak di lingkungan masyarakat bernegara. Salah satunya adalah hak untuk memanfaatkan segala macam jenis sumber daya alam yang ada di bumi. Jika di Indonesia, hak tersebut dipastikan dalam Undang-Undang Dasar 1945 dan Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA).

Ini yang menjadi kunci keberlangsungan kelestarian hutan karena ada partisipasi penting dari warga negara dalam mengelola, baik secara partisipasi langsung atau berkontribusi menyumbangkan pikiran untuk menambah rancangan strategis untuk kelangsungan hutan yang utuh. Namun sayangnya di Indonesia, partisipasi warga negara dalam pengelolaan hutan ini masihlah minim, kecuali mereka adalah masyarakat yang hidup di batas-batas wilayah hutan seperti masyarakat hukum adat.

3. Organisasi Tani

Peran organisasi tani dalam membidangi pengelolahan, perlindungan untuk menjaga kelestarian hutan adalah hal yang paling penting. Bentuk pengorganisasian dalam masyarakat tani adalah upaya sistematis untuk menyatukan pandangan masyarakat dalam memahami pentingnya sebuah ekosistem dalam kawasan hutan. Pemahaman tersebut jika diresapi akan menjadi pedoman dalam menjaga hutan dari ekspoitasi dari berbagi pihak-pihak yang hanya mencari keuntungan semata.

Laju Deforestasi Hutan di Indonesia

Deforestasi hutan adalah kegiatan penggundulan hutan berskala besar dengan tujuan mengalihkan fungsi dari hutan tersebut. Kegiatan penggundulan hutan tersebut di Indonesia adalah isu strategis dalam bidang kehutanan. Kegiatan tersebut menjadi masalah dalam hutan di Indonesia, paling banyak yang mengalami hal tersebut adalah hutan di Sumatera, Kalimantan dan Papua.

Pada tahun 2014, penggundulan hutan mencapai angka 500 ribu hektar, tahun 2015 – 2016 mencapai 600 ribu hektar kasus yang serupa. Sedangkan pada tahun 2017 angka kerusakan hutan menurun menjadi 500 ribu hektar. Hutan yang sering mengalami situasi tersebut terbagi 3 jenis hutan. Pertama hutan produksi  45 %, kedua hutan lindung 13 % dan terakhir hutan konsevasi 7 %.

Tingkat penurunan masalah tersebut adalah hasil kerja dari pemerintah pusat hingga pemerintah desa untuk menghalau segala tindakan yang merusak ekosistem hutan. Pengawasan juga datang dari partisipasi masyarakat langsung untuk menjaga kelestarian hutan agar masalah tersebut tidak berulang dan merugikan kawasan hutan yang kaya khasiat.

Khasiat Hutan di Berbagai Bidang

1. Khasiat Klimatologi Hutan

1. Mencegah Polusi Udara

Hutan yang kaya pepohonan dan tumbuhan yang berdaun lebat bisa mendinginkan suhu di bumi. Sebutan hutan sebagai paru-paru dunia adalah sebuah pengakuan universal yang real karena hutan mampu meminimalisir gejala dari meningkatnya polusi udara di bumi. Salah satunya adalah meng-counter pemanasan global yang disebabkan oleh tingginya aktivitas industri yang menyebabkan udara tercemar. Maka dengan khasiat hutan luar biasa yang menghasilkan oksigen yang berlimpah akan berdampak positif bagi udara-udara yang tercemar.

2. Mempengaruhi Siklus Air dan Hujan

Kekayaan dalam ekosistem hutan yang berupa tumbuhan dan pepohonan dapat berfungsi sebagai pengatur iklim di bumi. Hutan yang kondisinya masih lestari dapat mengatur  tingkat curah hujan. Khasiat hutan dalam mengatur hujan bisa menjadi faktor penyeimbang air di bumi, selain itu kelembapban udara yang tercipta juga baik untuk aneka tanaman pertanian. Selain itu akan berkhasiat pula pada produktivitas tanah serta wilayah tersebut akan jarang menghadapi kekeringan karena air tidak akan berkurang.

2. Khasiat Ekologi Hutan

1. Kantong Oksigen

Rimbunnya pepohonan dan lebatnya dedauan dari tumbuhan di dalam hutan menyebabkan siklus udara bersih tersaring dan teratur. Proses tersebut di dalam hutan menyebabkan tingginya produktivitas oksigen di kawasan hutan. Udara di kawasan hutan yang terasa segar adalah dampak dari proses penyaringan racun dari polusi udara oleh berbagai pohon yang ada di hutan.

2. Sumber Penyedia Air Tanah dan Mata Air

Hutan sangat berguna pada wilayah-wilayah yang panas beriklim tropis, terutama daerah yang dilewati garis khatulistiwa. Apalagi panasnya terpaan sinar matahari akan menyebabkan penguapan pada tanah. Dampak itu akan menyebabkan tanah gersang dan hilang zat haranya yang bisa menyebabkan pertanian mati.

Ekosistem hutan yang masih lestari akan banyak menyimpan kubik air tanah dan mata air. Hal tersebut lah yang akan berkhasiat untuk kesuburan tanah pertanian. Khasiat sumber air tanah dan mata air juga bermanfaat untuk keberlangsungan mahkluk hidup terutama manusia yang bermukim di pinggiran hutan.

3. Rumah Bagi Flora dan Fauna Endemik

Kawasan hutan yang ekosistemnya masih dalam kondisi lestari akan menjadi habitat yang baik untuk hewan dan tumbuhan unik dan endemik. Jenis spesies tersebut akan terlindungi dari kepunahan. Khasiat hutan sebagai habitat hewan dan tumbuhan yang endemik semakin nyata dengan berbagai macam status hutan seperti Suaka Margasatwa dan Taman nasional. Secara strategis, khasiat hutan adalah rumah bagi makhluk hidup untuk berkembang biak.

4. Sumber Tanaman Obat

Kawasan hutan yang memiliki juatan jenis tanaman dan pepohonan salah satunya terdapat species tamanan obat yang kaya khasiat bagi manusia. Hasil kekayaan hutan semacam itu akan dijadikan kebutuhan sehari – hari untuk manusia. Tentu saja khasiat ini sangat mendukung perkembangan industri obat-obatan herbal maupun farmasi sintetis.

5. Mencegah Erosi dan Banjir

Kemampuan kawasan hutan yaitu menahan derasnya aliran air dan menyerap air ke dalam permukaan tanah. Proses air sebelum terserap ke dalam tanah melalui permukaan dengan cara dipecah terlebih dahulu dengan dedauan, dahan dan ranting pepohonan. Upaya sistem seperti ini akan menjaga deras air ke permukaan tanah agar tidak menjadi genangan yang menyebabkan banjir.

Inilah kenapa pentingnya di daerah yang curam dan rawan untuk ditumbuhi pepohonan, supaya tidak terjadi banjir, erosi dan tanah losong. musibah banjir dan erosi pada tahan.  Fungsi dari akar pohon juga menjadi penahan gerak tanah dan dapat mengatasi pengikisan permukaan tanah.

6. Mempertahankan Kesuburan Tanah

Kawasan hutan adalah penangkal alami untuk menjaga tanah dari serangan terik matahari. Tanah yang berada di kawasan hutan akan menjadi lembab dan vegetasi yang baik karena mengandung mikroba baik untuk kualitas tanah. Peran akar dari pepohonan akan menyebakan tanah menjadi lebih gembur dan lebih mudah untuk diurai karena adanya proses gerakan akar. Selain itu juga bintang seperti serangga kecil, cacing dalam hutan juga berperan aktif dalam menjaga kesuburan tanah dengan cara aktivitas hidup mereka di dalam hutan.

7. Penampung Air Hujan

Kawasan hutan akan menjadi daerah resapan air yang alami. Proses resapan air tersebut akan di tampung dalam sela-sela tanah yang akan mengalir di bawah permukaan tanah yang menyebar. Penampungan tersebut akan menyebabkan air hujan menjadi air yang bersih atau air tanah. Khasiat hutan tersebut banyak sekali untuk kebutuhan manusia agar terhindar dari kekeringan.

Baca Lagi: 1009 Khasiat dan Manfaat Pohon Kelapa, Seluruh Bagian Tanamannya

3. Khasiat Ekonomi dan Politik Hutan

1. Sarana Pariwisata Alam

Kawasan hutan yang menghadirkan keindahan alami akan menjadi daya tarik bagi para pelancong. Keindahan tersebut sungguh bernilai karena menampilkan suatu karya seni yang nyata dari alam. Kawasan hutan yang terdapat berbagai potensi keindahan tentu akan bermanfaat untuk parawisata alam terutama agrowisata atau olahraga alam bebas.

2. Penghasil Kayu yang Berkualitas Tinggi

Kemudian, kawasan hutan akan menghasilkan kayu yang berkualitas dan memiliki harga di tinggi di pasar internasional seperti jati, merbau, mahoni, albasia.

3. Penopang Devisa Negara

Hasil produk dari hutan akan menambah pemasukan negara. Mulai dari jenis kayu yang dipasarkan lewat ekspor ke luar negeri atau olahan kayu yang berupa alat – alat properti. Maka tidak heran jika saat ini hutan juga ada yang berkategori sebagai hutan produksi yang menjadi lumbung bahan baku industri yang keuntungannya bisa didapatkan oleh pihak pemerintah maupun swasta.

4. Khasiat Sosial Hutan

1. Lumbung Bahan Pangan

Hutan akan menghasilkan manfaat untuk hidup terutama penghasil bahan pangan untuk manusia dan mahluk hidup lain. Manusia adalah makhluk hidup pemakan segalanya atau disebut omnivora. Manusia sangat tergantung dari sumber daya yang ada di hutan, terutama hutan-hutan tropis dan dataran rendah yang seringkali dijadikan ladang pertanian pangan.

2. Tempat Tinggal Suku Bangsa dan Masyarakat Adat

Kawasan hutan adalah rumah alami bagi suku bangsa dan masyarakat adat. Hutan akan memberikan penghidupan pada suku-suku pedalaman dan masyarakat adat. Suku minoritas yang masih eksis di hutan Indonesia seperti Suku Anak Dalam di hutan Sumatera dan masyarakat adat Lore Lindu di kawasan Taman Nasional Lore Lindu.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Ekologi

Terbaru

Manfaat Daun Betadine, Kandungan Gizi Daun Betadine, Cara Mengolah Daun Betadine
Manfaat Daun Ketumbar, Kandungan Gizi Daun Ketumbar, Cara Mengolah Daun Ketumbar
Manfaat Daun Kunyit, Khasiat Daun Kunyit, Kandungan Gizi Daun Kunyit
Kandungan Gizi Ciplukan, Manfaat Daun Ciplukan, Cara Mengolah Daun Ciplukan
Khasiat dan Manfaat Daun Afrika
Manfaat Daun Seledri, Rebusan Daun Seledri, Kandungan Gizi Seledri
Manfaat Daun Mangga, Kandungan Gizi dan Kimia Daun Mangga, Efek Samping Daun Mangga
Daun Binahong
Gluberry, Jovem Gluberry, Gluberry 4Jovem
Khasiat dan Manfaat Daun Pepaya
khasiat daun rambutan, manfaat daun rambutan, kandungan kimia daun rambutan
Manfaat Daun Kemangi, Khasiat Kemangi, Kandungan Gizi Daun Kemangi
Pengertian Kerjasama, Macam-Macam Bentuk, Khasiat Kerjasama, Manfaat Kerjasama
Pengertian Diskusi, Jenis-Jenis Diskusi, Manfaat Diskusi
Khasiat Asuransi, Manfaat Asuransi, Jenis Asuransi, Insurance, Polis
Khasiat dan Manfaat Daun Suji
Manfaat Renang, Khasiat Renang, Gaya-Gaya Renang
Manfaat Senam Aerobik, Jenis-Jenis Senam Aerobik, Cara Melakukan Senam Aerobik
To Top