Belajar Mengenai Dasar Hukum Asuransi dan Manfaatnya

Khasiat.id - Asuransi merupakan istilah yang biasa digunakan untuk merujuk pada sistem, tindakan maupun bisnis yang berjalan mengatasnamakan perlindungan financial maupun ganti rugi secara financial mulai dari property yang dimiliki, kesehatan bahkan jiwa dan masih banyak lagi, seseorang akan mendapatkan penggantian dari kejadian tidak diduga, seperti kehilangan, kerusakan, kematian, dimana melibatkan pembayaran-pembayaran berangsur premi dalam jangka waktu tertentu secara teratur sebagai ganti dari polis yang akan menjamin perlindungan financial tersebut. Bisa dibilang jika bidang insurance atau asuransi yang tumbuh di Indonesia cukup pesat, ada banyak sekali perusahaan yang meawarkan polis mereka. Dan isitilah ‘diasuransikan’ itu merujuk pada apa pun yang mendapatkan perlindungan.


Mengenal Asuransi Kesehatan
Asuransi Jiwa dan Kesehatan
Selengkapnya seputar insurance:

Dasar Hukum
Karena pengaruh insurance pada kehidupan seseorang sangatlah besar, jadi ada dasar hukum yang berfungsi sebagai pengatur. Insurance di dalam UU No. 2 Tahun 1992 mengenai usaha perasuransian merupakan perjanjian yang terjadi di antara kedue belah pihak bahkan lebih, dimana pihak penanggung akat mengikatkan dirinya pada tertanggung dengan cara menerima premi insurance dan selanjutnya memberikan penggantian pada tertanggung akibat dari kerusakan, kerugian, kehilangan keuntungan atau tanggung jawab hukum yang mengatur pihak ketiga yang kemungkinan besarnya akan diderita oleh tertanggung, yang muncul dari suatu kejadian yang tidak pasti maupun memberikan suatu pembayaran berdasarkan atas hidup meninggalnya seseorang yang dipertanggungkan.
Contoh mudahnya, ketika seseorang membeli sebuah rumah yang harganya Rp. 100 juta. Disaat mengetahui bahwa dirinya akan mengalami kehilangan rumah yang selanjutkan mengakibatkan kehancuran financial, maka dia bisa mengambil perlindungan dari insurance yang tersedia dan bentuk konkretnya adalah kebijakan kepemilikian rumah. Jadi rumah bisa diasuransikan dan risiko kehilangan rumah karena bencana alam bisa dibebankan dari pemilik rumah pada perusahaan insurance.
Keuntungan Perusahaan Insurance
Dari penjelasan di atas mengenai asuransi mungkin Anda akan menilai jika yang diuntungkan lebih banyak adalah mereka yang mengajukan polis. Padahal perusahaan insurance juga memperoleh banyak keuntungan investasi. Keuntungan ini merkea peroleh dari investasi premi yang mereka terima hingga mereka harus membayarkan klaim yang datang. Uang yang masuk disebut sebagai ‘float’ dan penanggung dapat memperoleh kerugian maupun keuntungan akibat dari perubahan harga float serta suku bunga/deviden pada float. Contohnya, bisa kita ambil dari perusahaan insurance di Amerika Serikat, dimana kehilangan property maupun kematian tercatat oleh perusahaan insurance mencapai US$142,3 miliar selama 5 tahun yang selesai tahun 2003. Namun demikian, keuntungan total yang diperoleh dari periode yang sama sebagai hasil floar adalah US$68,4 miliar.

Prinsip Dasar Insurance
Dalam bidang insurance setidaknya ada 6 jenis prinsip dasar yang harus terpenuhi, yakni:
  1. Insurabel Interest merupakan hak mengasuransikan yang muncul dari suatu hubungan financial diantara tertanggung dan yang diasuransikan serta diakui secara hukum.
  2. Ultmost Good Faith merupakan tindakan untuk mengungkapkan segala sesuatu secara akurat dan selengkap mungkin, baik dari fakta material atas sesuatu yang diasuransikan entah diminta atau tidak.
  3. Proximate Cause merupakan suatu penyebab efiesien, aktif yang memicu rantaian kejadian yang menghubungkan dan menimbulkan akibat tanpa ada intervensi, dari sumber baru maupun independen.
  4. Indemnity adalah suatu mekanisme disaat penanggung menyediakan dana financial sebagai kompensasi dalam upaya menempatkan tertanggung di posisi keuangan yang dimilikinya sebelum kerugian tersebut dialami sesuai dengan KUHD pasal 252/253/278.
  5. Subrogation yakni pengalihan hak tuntutan dari tertanggu pada penanggun pasca claim telah dibayarkan.
  6. Contribution adalah hak penanggung untuk meminta penanggung lain yang bersama-sama menanggung, namun tidak mesti melakukan kewajiban yang sama pada tertanggung untuk ikut serta memberikan indemnity.
Penjelasan singkat mengenai asuransi semoga bisa membuka mata dan pikiran kita mengenai arti insurance itu sendiri.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Belajar Mengenai Dasar Hukum Asuransi dan Manfaatnya